Penggiat Lingkungan sekaligus Translator Lembaga Penelitian Indonesiana Bawa Bijak Sampah ke Sekolah Soloraya
Soloraya - Anggota aktif komunitas Podjok, Niken Faridayanti S.S., seorang penerjemah pada Penelitian Bahasa Daerah Nusantara Lembaga Penelitian Indonesiana, baru-baru ini meluncurkan serangkaian seminar kolaboratif di berbagai SMA dan SMK di wilayah Soloraya. Dikenal juga sebagai pegiat "Bijak Sampah," Niken membawa keahliannya sebagai narasumber dalam seminar bertajuk "Pengelolaan Sampah Menuju Sekolah yang Ramah Lingkungan melalui Bijak Sampah." Inisiatif ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan di kalangan siswa dan staf pengajar, mengubah lingkungan sekolah menjadi lebih hijau dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Seminar ini merupakan perpaduan unik antara aktivisme lingkungan dan keahlian akademis. Niken Faridayanti, dengan latar belakangnya sebagai penerjemah dan peneliti di bidang bahasa daerah, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas disiplin ilmu. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya filosofi 'bijak sampah,' yang melampaui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) tradisional dengan mendorong perubahan pola pikir mendasar tentang konsumsi dan pembuangan. Fokusnya adalah pada strategi praktis yang dapat diterapkan oleh sekolah, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik hingga program daur ulang berbasis komunitas.
Kolaborasi antara Niken Faridayanti dengan berbagai sekolah SMA di Soloraya telah disambut baik. Para peserta, khususnya siswa, dilaporkan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari cara-cara inovatif untuk mengurangi jejak ekologis mereka. Melalui sesi interaktif dan studi kasus, seminar ini berhasil mengubah pandangan umum tentang sampah dari sekadar masalah menjadi potensi sumber daya. Dampak dari inisiatif ini diharapkan tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah, tetapi juga menyebar ke rumah dan komunitas sekitar, menciptakan efek domino positif terhadap lingkungan Soloraya.
Kehadiran Niken dalam penelitian bahasa daerah dan aktivisme lingkungan menandakan sinergi yang kuat antara pelestarian budaya dan kelestarian alam. Sebagai penerjemah pada Penelitian Bahasa Daerah Nusantara Lembaga Penelitian Indonesiana, ia memahami pentingnya warisan, baik warisan budaya maupun warisan lingkungan. Keterlibatannya sebagai narasumber dalam seminar pengelolaan sampah memperkuat peran aktif komunitas Podjok dalam isu-isu sosial dan lingkungan, serta menyoroti pentingnya peran individu berlatar belakang beragam dalam memimpin perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.


Posting Komentar untuk "Penggiat Lingkungan sekaligus Translator Lembaga Penelitian Indonesiana Bawa Bijak Sampah ke Sekolah Soloraya"